“PENYESALAN”
4 tahun,
mungkin bukan waktu yang singkat tuk mengenal seseorang. Ridwan faisal adalah
sosok seseorang yang sangat tulus, baik dan sangat menyayangiku. Apapun akan
dilakukannya untuk membuatku bahagia. Tapi aku begitu bodoh, 4 tahun aku
sia-siakan begitu saja dengan mengabaikan semua kasih sayangnya. Aku tidak
pernah memberikan waktuku untuk dia, aku selalu sibuk dengan semua urusanku
tanpa memikirkan bahwa dia begitu ingin bertemu denganku. Hingga suatu hari,
dia jatuh sakit dan dia sangat membutuhkanku. Tapi aku masih berpikir dia hanya
sakit biasa dan mungkin sebentar lagi akan sembuh. aku datang menjenguknya tapi
hanya sekali dan esoknya aku sibuk lagi dengan urusanku. Hingga akhirnya dia
harus dirawat karena semakin parah. Tapi bodohnya aku, aku tetap tidak peduli
dan berpikir kalau semua masih baik-baik saja. Setelah dia dirawat 3 hari, aku
baru menjenguknya, aku begitu terkejut karena dia begitu parah, dan kondisinya
semakin lemah. Tapi entah setan apa yang merasuki tubuh hingga esoknya aku
tidak peduli lagi padanya. Setelah beberapa hari kemudian, dia pulang dari
rumah sakit, bahkan aku gak tau. Saat itu aku pikir semua akan tetap baik-baik
saja, hingga aku tak datang lagi untuk menjenguknya bahkan bertanya kabarnya
pun tidak. 10 hari kemudian aku datang untuk menjenguknya, aku pikir keadannya
membaik, tapi ternyata lebih buruk dan semakin lemah, bodohnya aku tidak
berpikir sedikitpun kalau aku akan kehilangannya kalau pada saat itu akan
menjadi hari terakhir aku melihatnya. 2 hari kemudian adiknya mencariku, dan
memberitahukan bahwa dia telah meninggal, Ya Allah apalagi ini, mengapa semua
harus terjadi padaku, selama ini hatiku telah buta, padahal saat itu dia sangat
membutuhkanku, samasekali aku tidak menghiraukan orang yang aku sayang hingga
akhirnya dia meninggalkanku untuk selamanya, bahkan Allah tidak mengizinkanku
tuk melihat wajahnya di hari terakhirnya. Bodoh, begitu bodohnya aku, seakan
aku tidak punya hati, sampai aku begitu tega menyia nyiakan orang yang aku
sayang, orang yang begitu menyayangiku. Sekarang hanya tinggal penyesalan yang
tiada akhir, yang selalu datang menghantui aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar